Jumat, 10 Juli 2015

Hallo kak

Diposting oleh pasandaa di 09.14.00 0 komentar
Angin-angin kecil itu terlalu senang untuk berlarian, tak paham kalau aku kedinginan. Rintikan hujan pun terlalu senang untuk menjatuhkan diri ke bumi, tak paham, kalau itu akan membuatku menjadi basah. Waktu itu aku terjebak hujan di lobby sekolah, sial!. Aku tak mengerti, aku begitu membenci hujan. Dan biasanya aku akan mual jika beberapa sabhabatku bercerita akan merasa kisah cintanya terasa begitu romantis ketika mereka mulai menari dibawah hujan bersama sang pangerannya . Apa maksudnya? Tak paham, cinta macam apa itu. Bodohnya aku, atau memang aku yang tak normal? tak berpandangan bahwa gerimis itu romantis?
" loh kamu kok belum pulang?" suara berat itu mengagetkanku. 
" Eh kak Aldy, iya kak masih deres nih, daripada sakit mending aku nungguin biar sedikit reda dulu" jawab ku sembari memberi senyum terbaikku. 
"emang kamu enggak dijemput?" tanya nya lagi
" enggak kak, tadi aku bilang kalau aku mau pulang sendiri dan sialnya sekarang aku terjebak hujan, palingan nanti pulang naik BRT" timpal ku berharap kalaupun kak Aldy mau menghantarku pulang
" hmm, gitu ya, ya udah deh aku temenin ya" katanya sembari mematikan mesin motornya dan melepas jaket jeans nya yang mulai basah karena hujan, dia akan pulang tapi tak mengenakan mantel? Bodoh, pasti dia akan sakit setelah ini.
" duh ga usah kak, entar ngerepotin, kak Aldy kalo mau pulang duluan aja gapapa kok"
" enggak, enggak ngerepotin kok" datangnya menghampiriku dan ikut duduk disebelahku.
" oke, kalau kak aldy yang mau" jawabku dan senyumku tersimpul diwajahku.
Sesekali aku melihat jam tangan yang melingkar ditangan kiriku. Sudah hampir setengah tujuh malam, namun hujan tak kunjung reda juga. Takutnya kalau sudah jam tujuh BRT sudah tak beroperasi lagi. Aku ingin meminta jemput saja, sialnya ponselku telah mati tak bernyawa.
" kok diem aja? " suara itu mengagetkanku lagi, ya suara kak Aldy
" hmmm, gapapa kak, ini lho udah mau setengah tujuh tapi hujan enggak reda-reda,"
" ya udah bareng aku aja, yukk hujan nya udah ga terlalu deras, lagian kalau kamu nungguin hujan reda kamu palingan enggak dapet BRT" katanya sambil berdiri didepan ku.
Seketika jantungku berhenti berdetak, Gilaaaaa aku semalam mimpi apa? kak Aldy orang yang sudah lama aku dambakan, menawariku untuk mengajak pulang??
" kok diem aja? ayokk"
" eh iya kak, tapi arah rumah kita kan enggak searah?"
"gapapa kok , yaudah ayokk, kamu nih bawel bangetttt" katanya sambil menarik tanganku lembut.
Sejenak duniaku seperti tak berotasi, aku menyetuhnya. Entah apa yang memantrai ku, kakiku melangkah menuju motor kak Aldy dan aku naik keatasnya. Kini sudah tak ada lagi batas diantara kita. Tangan kak Aldy membimbing tanganku untuk memeluk pinggangnya.
" Pegangan ya entar jatuh hahaha"
" eeee iya kak" senyum terindah muncul diwajahku.
Saat ini aku menyadari gerimis itu romantis. Aku boleh merasakan untuk sekear memeluk pinggang kak Aldy dibawah rintikan hujan. Aku mencintainya.

"Dek bangun dekk, udah jam berapa nih?? kamu masuk sekolah enggak?"
" haaaa??" suara tu membangunkanku, suara yang ku kenal sebagai suara Bunda ku.
" ehh iya Bun" jawabku pasrah. Mungkin aku memang hanya bisa memiliki kak aldy dalam bunga tidurku saja. Mimpi. sial. Jantungku seperti bertubu-tubi dihujam oleh sebilah mata pisau yang begitu tajam.Aku merindukan gerimis itu lagi.


Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan,
 Aku tak kan mampu mengubahku hanyalah kau yang ada direlungku 
Hanyalah diirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta 
Kau bukan hanya sekedar indah kau tak akan terganti

Rabu, 24 Juni 2015

Cinta Segitiga

Diposting oleh pasandaa di 09.13.00 0 komentar
cinta kita mengapa beda agama
apa mungkin Tuhan punya rencana
yang terindah belum tentu yang terbaik
semoga ditakdirkan bersama

Barisan kursi dalam gereja seakan menantap ku dengan dingin. Air mata telah mendesak desak keluar, memuji keagungan Tuhan. Dentang gereja telah terdengar, pertanda kebaktian hatiku dengan hati Tuhan telah usai. Hubungan ku yang indah dengan Tuhan. Memeluk erat jantung Yesus dan seakan-akan menegerti irama detak jantung-Nya. Tenang rasa hati bisa bersekutu dengan Tuhan. Langkah-langkah kecil ku membawa ku pulang hingga ke rumah, jarak gereja sampai ke rumah hanya kira-kira 50m saja. Fiuhhh, akhirnya sampai juga. jam dinding telah menunjukkan pukul 11.53.
" Sayang, jangan lupa makan terus sholat ya" ketik ku dalam pesan
" Iyaaa, kamu udah pulang dari gereja?" jawabnya di ujung telephone, pesannya kini semakin membuat sesak hatiku.
"Sudah, ini udah sampai rumah ko, ya udah aku mau makan dulu, kamu jangan lupa sholat ya :) "
" Iya ini udah mau ambil wudhu kok, take care sayangg" katanya mengakhiri pesan nya.
Ini merupakan sebuah rutinitas yang membuat dadaku terserang sesak yang mendalam. Tapi percayalah saling mengingatkan ibadah itu sangat romantis. Tapi mengapa kita tak boleh bersama? Bukan kah Tuhan menciptakan perbedaan untuk disatukan? Dari sini lah aku merasakan adanya Cinta Segitiga antara aku,kamu dan Tuhan.

Minggu, 24 Mei 2015

Mungkin Bukan Dia

Diposting oleh pasandaa di 09.12.00 0 komentar

Hawa dingin mulai menusuk badan. Menusuk hingga tulang-tulangnya dan memintaku untuk lebih erat menarik selimutku. Rintikan hujan mulai terdengar di telingaku. Ahh sungguh malasnya,untuk beranjak dari tempat tidurku. Tapi jika aku mengingat senyum indah mu, ingin rasanya segera berangkat ke kampus menemuimu. Hmm, dia lagi dia lagi. Sudahlah semakin aku mengingatnya semakin juga aku akan merasakan sakit yang lebih lagi. Melihat mu menggandeng wanita lain dan selalu menggumbar senyum terbaikmu padanya, semakin membuatku semakin sakit lagi. Rasa penasaran ku pada dirimu, memberikan sebuah semangat tersendiri untuk berarjak menuju kampus.

Entah serangan sakit ini kembali menusuk ulu hati ku, tepat di depan kampus, baru saja datang, Aku sudah melihatmu tertawa bersama wanita itu lagi, tak tanggung tanggung kau tertawa begitu lepas, sepertinya kamu begitu mencintainya. Begitu juga dengan ku, aku juga begitu mencintai mu. Ahh sudah lah. Rintikan hujan yang semakin menjadi membangunkanku dari lamunan yang begitu menyiksa dan dengan sengaja menyuruh ku untuk beranjak menuju kelas.
Akhirnya jam pelajaran yang makin membuat ku penat berakhir juga. Kantin. Tempat yang selalu memberiku suasana kenyang. Haha ya kenyang, namun pasti akan lebih gembira lagi jika aku di sini bersama mu. Bukannya semakin membuatku gembira namun  semakin membuatku jadi sakit hati, melihat mu dari belakang "menyuapi' peri kesayangmu. Ya melihatmu dari belakang. Punggung itu, punggung itu yang selalu seakan memberikan isyarat yang kuat untuk aku memeluknya erat dari belakang dan melihat senyum manisnya yang alasanya adalah diriku.
Sebenarnya aku juga tidak menyalahkan mu, atau pun wanita itu. Setiap manusia berhak merasakan cinta. Kau juga masih baik terhadapku, tapi mengapa ketika aku mulai menghapus bayangmu dari  benakku, dirimu selalu menghampiriku untuk bertemu dan menceritakan semua cerita manis mu bersamanya. Aku tersenyum miris ketika mendengarnya, Entah bagaimana harus aku mengekspresikannya ketika kau bercerita. Sedihkah? Menangis? Atau malah aku harus tersenyum dan gembira melihat lelaki yang aku cintai bahagia walaupun bukan dengan diriku. :")

Selasa, 24 Februari 2015

Mencintainya Dalam Diam

Diposting oleh pasandaa di 09.11.00 0 komentar
Bagaimana caranya agar kamu tahu bahwa 
Kau lebih dari indah didalam  hati ini


Aku sudah  terlalu nyaman dengan nya. Ya dengan dia, lelaki yang selalu ada di setiap dimana aku membutuhkanya. Lama kelamaan rasa ini pasti akan muncul. Sadar atau tidak sadar, aku pasti merasakannya. Merasa bahwa memang dirinya selalu memberikan ku sebuah perhatian yang lebih. Namun, yaa namanya teman, pasti selalu ada aja yang ga pengen kita bersatu. Alesan takut persahabatanya nanti hancur, macam-macam lah. Lelah rasanya menghadapi ini semua. Tapi mau gimana lagi? namanya juga sayang :)

Senin, 26 Januari 2015

Anugerah Terindah

Diposting oleh pasandaa di 09.10.00 0 komentar
Melihat tawamuMendengar senandungmuTerlihat jelas dimatakuWarna - warna indahmu

Menatap langkahmuMeratapi kisah hidupmuTerlihat jelas bahwa hatimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki

Secangkir coklat panas masih menemani disore yang indah dan berteman dengan gerimis hujan yang manis. Aku masih menunggumu, diam sendiri, berteman melawan sepi. Semenjak kejadian itu aku makin tak paham sebernarnya siapa yang aku tunggu. Sejak kecelakaan yang menimpaku, aku menjadi lebih bingung untuk mencarimu. Masih terngiang senyum mu, namun aku tak tahu sebernarnya siapa dirimu. Aku menyukai senyum manis itu. aaaa sakit rasanya jika harus mengingat semua itu. Perih dihati, lelah dipikiran, capek difisik. Harus sampai kapan lagi, aku lelah menunggumu. Aku masih ingin mempertahankanmu anugerah terindah ku :) 

Sabtu, 24 Januari 2015

Terhubungkan oleh Segenggam Telephone

Diposting oleh pasandaa di 09.09.00 0 komentar
 " Baik aku akan tidur" ucap Siska serak dari ujung telephone.
 " Iya sayang, oh ya jangan lupa minum obatmu. I Love You" ucap Dimas dari seberang.
 " Baik, Love you too" ucap Siska seraya menekan tombol berwarna merah dibagian bawah layar touchscreen nya. Rasa sesak kembali dirasakan oleh Siska jika mengingat hubunganya bersama Dimas yang terhalangi oleh berkilo-kilo meter jarak. Jam dinding telah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Mungkin di sana, dimana Dimas berada , ya tepatnya di Bali mungkin sudah menunjukkan pukul 00.00 WITA, waktu yang sudah sangat larut bagiku. Aku berusaha untuk menenangkan diri dari rindu yang menghantam ku. Guling mulai erat di pelukakanku, tak ku hiraukan rasa pusing di kepalaku, tanpa  meminum obat ku aku terlelap dalam mimpi malam ini.
Beginilah cinta ku, jarak adalah teman bagiku. Sejauh kota Jogja hingga ke Bali tak menghalangi rasa sayangku pada Dimas. Kita bertemu ketika bersama berkuliah di Universitas swasta di Jogjakarta. Aku begitu merindukan ketika canda tawanya berbalut menjadi satu dengan tawaku. Aku merindukan laki-laki berkacamata itu. Aku merindukan ketika erat tangan nya menggenggam jemari ku dengan hangatnya. Namun kini kita hanya dapat bertemu melalui via suara. Terhubungkan oleh Segenggam Telephone.

Aku menunggumu di ujung Telephone
Merindukan tawa dan tangis
Saat bersamamu 
 

pasandaa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea