Entah mengapa perasaan ini masih ada. Deretan rak buku itu masih membayangiku, tempat pertama kali ketika aku bertemu dengan nya. Senyum manisku masih mengembang disana ketika masih terlihat jelas punggungnya yang begitu indah terlihat dari belakang. begitu ingin jemari ini menyentuhnya, memeluknya dari belakang. Ahh mungkin itu hanya impian ku, tak usah aku bermimpi setinggi itu hanya membuatku semakin sakit. "Lepaskanlah ikatanmu dengan aku....." dering hp ku terdengar dan menyadarkan ku dari lamunan yang begitu indah. "aduhh menggangguku saja" ucap ku seraya mencari-cari hp ku yang berbunyi. Entah aku tak tau apa yang terjadi, seraya tubuh ini bergetar hebat dan desir darah terasa begitu hebat ketika sorot mata nya tepat bertemu dengan pandangan ku, segera aku menundukkan wajahku. Dia hanya geleng-geleng saja. " Woy angkat dong telfoon nya di perpustakaan nihh, berisik!" katanya. "eh iyaaa maaf" jawabku sangat malu mendengarnya berkata seperti itu. Terdengar seperti gemuruh dan petir yang datang menyambar. Wajahnya yang begitu tampan dan sikap nya yang begitu dingin, akhirnya dapat mengeluarkan suara yang begitu menyayat hati. Mungkin sikap ku yang begitu pendiam di masa SMA ku membuat nya tidak pernah ingin berteman denganku. Memang saat itu aku hanya seorang adik kelas nya yang tidak sepopuler pacarnya, yang seorang ketua cherssleader yang begitu indah rupanya dengan kedua orang tuanya yang kolongmerat. Berbeda dengan ku yang hanya memiliki wajah oriental Indonesia dan orang tua yang hanya seorang wirausahawan.
Hari itu aku pergi menuju toko buku terdekat. Hanya menggunakan t-shirt dan rok semampai dihiasi dengan flat shoes,aku melajukan motorku menuju toko buku. Sesampainya disana aku langsung mencari buku untuk mencari materi yang ditugaskan oleh dosenku. Saat menuju kasir aku melihat seorang lelaki yang sedang sibuk dengan transaksi jual belinya, membayar barang yang ia beli. Dari belakang aku begitu mengenali nya. Tepat 4 tahun yang lalu di perpustakaan ketika aku melihatnya dari belakang. Ternyata benar orang itu adalah Dia. Orang yang memaki ku saat terdengar suara dering hp ku yang mengganggunya. Orang yang begitu aku rindukan.Orang yang sangat ingin aku peluk. "eh kamu yang waktu itu di perpustakaan yaa?" tanya nya saat aku membayar buku yang aku beli. "iya, ternyata masih ingat" jawabku dengan persaan yang begitu bahagia bagai bidadari yang terbang hingga langit ke tujuh. "maaf soal yang duluu" katanya lagi. "oh iyaaa tak apaa" ucap ku dengan senyum terbaik ku.
Semenjak saat itu aku begitu akrab dengan nyaa. Dan menjadikan perasaan ini menjadi lebih dekat dan lebih dekat lagi. :)
Jadi menurut ku Dia yang aku sayangi seperti Serpihan Coklat yang begitu manis yang mampu melengkapi batangan coklat yang rapuh dan menjadikanya sempurna. Dia adalah Serpihan Cinta yang melengkapi diriku yang begitu rapuh dan menjadikanku menjadi Sempurna. :")



0 komentar:
Posting Komentar